Sejarah Singkat Raden Ajeng Kartini, Dibaca pada Peringatan Hari Kartini 2019

Riwayat singkat Raden Ajeng Kartini

Dibacakan pada puncak acara peringatan Hari Kartini PKK RW.IX Kelurahan Tegalsari Kota Semarang

Riwayat Singkat

“RADEN AJENG KARTINI”

(Jepara, 21 April 1879 – Rembang, 17 September 1904)

Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879, jadi bertepatan 140 tahun yang lalu.

Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat.
Pada waktu itu, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dan wanita bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja.

Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kecuali apa yang diterimanya dari alam, karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya.

Meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan kebangsawanan atau keningratan, yang mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak, yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan, tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita.

Dengan melanggar segala aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu.

Perkawinan Raden Ajeng Kartini dengan Raden Adipati Joyoningrat, Bupati Rembang (12 November 1903), mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan.

Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.

Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.

Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. Sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah. Kartini meninggal pada usia 25 tahun (17 September 1904). Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan dalam bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.

Demikianlah pengungkapan kembali sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, semoga membawa manfaat.

Terima kasih.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s