Alhamdulillah, Kami Memasuki 25 Tahun Usia Pernikahan Ulang Tahun Perak Hari Ini

Puji syukur kepada Allah SWT bahwa hari ini (8/1) pernikahan kami telah berusia 25 tahun, sering disebut ulang tahun pernikahan perak.

Saya ingat bahwa 8 Januari 2020 akan merayakan ulang tahun pernikahan perak, usia pernikahan yang sudah 25 tahun, tetapi hampir lupa jika hari ini adalah waktunya telah tiba.

Selamat…. selamat ya…. alhamdulillah, pagi sebelum berangkat kerja, ucapan itu datang dari istri saya, “Selamat Ulang Tahun Perak Pernikahan Kita”. Oiya… selamat juga…., sekarang tanggal berapa sambil menengok angka di kalender yang tertempel di tiang, o…. tanggal 8 ya… hampir lupa.

Aneka warna bunga iris (dok.bibitbungacom), bunga iris merupakan simbol ulang tahun pernikahan ke-25.

Acara kita hari ini, belum terpikirkan sebelumnya akan apa mau kemana, karena baru saja 19 – 28 Desember 2019 kami sekeluarga berangkat ke Batam untuk acara silaturahmi rakor keluarga sekaligus trip wisata disana.

“Kita kan baru saja dari Batam, coba nanti kita bahas nanti saja”, saya katakan kepada istri saya.

Si bungsu Taufik pun kasih ucapan selamat, “Selamat Ulang Tahun Perak, 25 Tahun Pernikahan”.

25 tahun sudah kami melaluinya dengan duka dan suka, sedih dan gembira, bersama seluruh keluarga. Sudah 4 kali kami pindah tempat tinggal, mulai dari kontrak rumah hingga sekarang sudah dapat menempat rumah sendiri, alhamdulillah.

Meskipun mungkin dapat dikatakan masih sangat sederhana belum begitu layak tetapi pantas kita syukuri sudah ada tempat berteduh yang lebih nyaman, jika hujan rumah dahulu masih banyak yang bocor, tempyas, sekarang ada sebagian yang bocor, di teras rumah atas atau diatap yang dicor, mungkin dicat anti bocor sudah akan sembuh.

GQ Hotel Yogyakarta, bersama keluarga 2013

Ketika anak saya masih kecil, kami ajak jalan-jalan ke Jl. Argopura, Jl. Sindoro daerah Gahamungkur Semarang, bocak itu bilang “abi, umi sok tuku omah sing koyo kuwi ya – ayah, ibu kelak kita beli rumah yang seperti itu ya…”, katanya si bocah polos tersebut.

“Iya… “, saya jawab begitu, istri saya juga mengiyakan.

Kalaupun tidak bisa beli atau membuat rumah yang ideal, setidaknya beberapa kali kami mengajak anak untuk menginap di hotel, kadang bersama keluarga, setidaknya merasakan kenyamanan berada di rumah yang mewah. Biasanya sih ibu-ibu rasa “eman-eman” muncul, seperti menginap di hotel kadang terpaksa.

Ketika pertama kali merasakan naik pesawat terbang bersama-sama pergi ke Jakarta kemudian menginap di hotel, kembali dari Jakarta dengan Kereta Api, setidaknya pernah merasakan naik pesawat terbang tersama-sama.

Baca Juga : Silaturahmi Kissparry, Batam 2019 Sukses

Beberapa hari yang lalu berencana mengundang anak-anak TPQ untuk khotmil quran atau tadarus Alquran bersama-sama di rumah, maklumlah istri saya merupakan guru TPQ didekat rumah saya, TPQ Nur Hidayah. Kebetulan saya ditunjuk untuk mengkomandani TPQ tersebut.

Wisata Lawang Sewu Kota Semarang

Baca Juga : Trip Wisata ke Batam Sehari 2019, Kissparry Kemana Saja

Perjalanan hidup terkadang memang tidak sesuai yang kita inginkan, atau mungkin saja melampaui yang kita harapkan, oleh karena itu kita harus tetap “eling lan waspada”. Ibarat berkendara, ketika ingin berjalan naik ke puncak bukit harus menginjak gas kuat-kuat tetapi ketika jalan menurut kita harus menginjak rem kuat-kuat.

Salah satu anggota keluarga kami telah mendahului kami menghadap Illahi Robbi, 25 Januari 2013, ia Si Nok, Balqis Oka Abidatussholikhah Qurrota a’yun Weanind, yang biasa dipanggil Indah (Indah Haryati Istikomah). Tiada kata lain kecuali doa “semoga Allah SWT menempatkan tempat yang terindah disisinya”

Perjalanan yang akan kami lalui masing panjang, tidak terbayangkan, tetapi kami tentu punya cita-cita dan harapan waktu mendatang, yang kadang keinginan itu terlalu besar, istri saya berdoa melalui akun medsosnya pagi ini “Ya Allah bimbinglah kami dalam mengarungi bahtera kehidupan, jagalah rumah tangga weanind agar sakinah mawadah warohmah. Aamiin”.

“25 tahun bersama, semoga istiqomah di jalan Allah SWT dan dalam keridhoan Allah. Aamiin” ia menambahkan tulisannya yang disusuli dengan gambar bunga hasil jepretan sendiri.

Lampu dan bunga

Bahagia itu sederhana namun banyak makna

Salam dan tetap semangat.

Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s